Sementara Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly membantah kritik tersebut. Dia mengatakan serangan balasan Iran telah menurun drastis setelah operasi militer Amerika.
Menurutnya, serangan rudal balistik Iran telah turun hingga 90 persen karena operasi militer AS yang disebut Operation Epic Fury, berhasil menghancurkan kemampuan Iran meluncurkan atau memproduksi senjata tersebut.
Sejak perang dimulai, Iran dilaporkan menembakkan sedikitnya 380 rudal dan lebih dari 1.480 drone ke lima negara Arab Teluk. Serangan itu menewaskan sedikitnya 13 orang, menurut data yang dihimpun dari berbagai pernyataan resmi.
Korban juga jatuh dari pihak Amerika. Enam tentara AS tewas di Kuwait setelah serangan drone Iran menghantam pusat operasi di sebuah pelabuhan sipil, sekitar 16 kilometer dari pangkalan militer utama.