Para ahli berpendapat, badai yang menghasilkan hujan di atas rata-rata tersebut sudah diperkirakan sebelumnya. Selain itu, penyemaian awan tidak akan bisa menyebabkan banjir separah itu.
Jeff Masters, ahli meteorologi Yale Climate Connections, mengatakan banjir di Dubai disebabkan oleh sistem tekanan rendah sangat kuat yang menyebabkan banyak badai petir hebat.
“Anda tidak memerlukan penyemaian awan untuk memperhitungkan rekor banjir besar di Dubai,” kata Masters, dikutip dari Associated Press.
Para ilmuwan juga mengatakan perubahan iklim secara umum bertanggung jawab atas terjadinya badai ekstrem, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan di seluruh dunia. Dubai baru saja menjadi tuan rumah perundingan iklim COP28 PBB tahun lalu.
Meningkatnya suhu dan dampak lain dari pemanasan global telah lama dianggap sebagai ancaman terhadap kehidupan di kawasan Timur Tengah yang sudah terpanggang.