Kondisinya makin hari makin memburuk. Dia pun dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap. Di RS itu, Izabela harus dibantu mesin pernapasan.
Sayang, tak lama kemudian, Isabela meninggal.
"Taatilah orang tuamu, bibi dan pamanmu, dan kakek-nenekmu," kata bibi Izabel, Jurciene de Souza.
Dokter pun mengatakan, bila Izabela selamat, kemungkinan besar dia akan kehilangan penglihatan pada mata yang berdekatan dengan tindikan.