Proyek ini bukan tanpa risiko, para pekerja menghadapi masalah kesehatan karena akan berada dalam waktu lama di ketinggian, selain banjir bandang dadakan.
Sementara itu danau yang akan dikeringkan berada di bagian tengah dan timur Nepal, yaitu Thulagi, Lower Barun, Lumding Tsho, dan Hongu II. Pengerjaan akan dimulai pada tahun fiskal yang berlangsung hingga pertengahan Juli 2027.
Pengerjaan mencakup pemasangan sensor, sistem prakiraan dan peringatan banjir, serta membangun ketahanan hilir dan mempersiapkan masyarakat sadar bencana.
Laporan Program Pembangunan PBB (UNDP) dan Pusat Internasional untuk Pembangunan Pegunungan Terpadu (ICIMOD) pada 2020, danau-danau tersebut berada di ketinggian antara 4.050 hingga 5.483 mdpl, berpotensi sangat berbahaya.
Menurut Tuladhar, Nepal memiliki keterampilan dan pengalaman untuk menggarap proyek senilai 50 juta dolar AS itu. Proyel akan didanai oleh Dana Iklim Hijau, UNDP, dan pemerintah.
Sebelumnya, Nepal menurunkan permukaan air danau glasial Tsho Rolpa di Himalaya 3 meter pada 2000. Negara ini juga menurunkan permukaan air danau glasial Imja, yang terletak di dekat Gunung Everest, 3,4 meter pada 2016.