KATHMANDU, iNews.id - Perdana Menteri NepalBalendra Shah menyebut negaranya mengalami bencana alam yang tak terbayangkan. Banjir bandang dahsyat di Nepal dan China menewaskan hampir 1.000 orang dan 4.000 lebih lainnya hilang.
Hantaman air bah bak tsunami, membawa material pegunungan seperti batu dan pepohonan, menerjang apa saja di bantaran sungai hingga memorak-porandakan desa dan kota. Banjir juga menghancurkan beberapa pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta puluhan jembatan.
"Negara kita sedang menghadapi bencana alam yang tak terbayangkan dan memilukan," kata Shah, dalam postingan di media.sosial.
"Banjir dahsyat di Sungai Bhotekoshi, Distrik Rasuwa, menyebabkan pendataan lengkap mengenai korban jiwa, kerusakan harta benda, dan infrastruktur, menjadi sangat sulit dilakukan," ujarnya, lagi.
Dia menambahkan, pencarian korban dan pemulihan pasca-bencana juga menghadapi tantangan akibat cuaca buruk, medan yang sulit, serta risiko banjir bandang susulan.