KATHMANDU, iNews.id - Warga Nepal menggelar hari berkabung nasional untuk para korban banjir bandang pada Senin (7/9/2026). Mereka menyalakan lilin untuk menandai hari terakhir masa berkabung tradisional umat Hindu selama 13 hari.
Melansir BBC, bendera dikibarkan setengah tiang, sementara kegiatan peringatan dikurangi karena tim penyelamat masih terus mencari korban yang selamat. Acara doa dan penyalaan lilin juga dijadwalkan berlangsung pada Senin (7/9/2026) malam.
Menurut Kementerian Luar Negeri Nepal, berdasarkan laporan terbaru dari badan-badan pemerintah, 1.355 jenazah telah ditemukan di wilayah terdampak banjir. Sementara itu, sekitar 5.000 orang masih dinyatakan hilang, termasuk sekitar 600 warga asing dari 35 negara.
Phanindra Paudel dari Pusat Operasi Darurat Nasional (NEOC) mengatakan, pemerintah tidak akan menggelar kegiatan resmi karena operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di wilayah yang terdampak banjir.
Presiden Nepal Ram Chandra Paudel juga mengunjungi sejumlah wilayah yang hancur akibat banjir pada hari ini.