Berdasarkan sistem demokrasi parlementer Israel, presiden berkonsultasi dengan partai-partai yang terpilih sebelum menunjuk seorang anggota Knesset untuk membentuk pemerintahan.
Anggota parlemen yang ditunjuk memiliki waktu 28 hari untuk menyusun koalisi. Masa tersebut dapat diperpanjang hingga 14 hari apabila diperlukan.
Sementara itu, pemerintahan Netanyahu tetap menjalankan tugas sebagai pemerintahan sementara sampai pemerintahan baru memperoleh mandat dari Knesset.
Anggota parlemen yang baru terpilih dijadwalkan menggelar sidang perdana pada 10 November. Oposisi juga berupaya mengganti Ketua Knesset Amir Ohana yang berasal dari Partai Likud, partai pimpinan Netanyahu.