Netanyahu Disebut Kirim Tentara Israel ke Gaza untuk Jadi Bulan-bulanan Hamas

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu dikecam setelah tewasnya tujuh tentara Israel dalam serangan Hamas di Gaza (Foto: AP)

Kritik dari Keluarga Tentara dan Publik

Serangan Hamas yang menghancurkan kendaraan lapis baja berisi pasukan Israel pekan ini menjadi pemicu utama kemarahan publik. Serangan yang dilakukan Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer Hamas, menewaskan tujuh tentara Israel, termasuk seorang perwira. Keluarga korban menuntut pertanggungjawaban langsung dari pemerintah.

Kritik tidak hanya datang dari oposisi dan keluarga korban, tapi juga dari sebagian warga Israel yang menuduh Netanyahu menggunakan perang sebagai alat politik untuk mempertahankan kekuasaan, bukannya mengejar solusi damai atau pembebasan sandera.

Sandera dan Gagalnya Strategi Militer

Lapid menegaskan bahwa prioritas utama saat ini seharusnya adalah pembebasan sekitar 50 sandera Israel yang masih ditahan Hamas, 20 di antaranya diyakini masih hidup. Ia juga menyarankan perubahan pendekatan, termasuk memberi peran kepada Mesir untuk mengelola Gaza serta mengepung Hamas secara ekonomi, bukan dengan menguras tenaga militer secara langsung.

“Kita tak bisa mengalahkan Hamas hanya dengan mengerahkan tentara ke Gaza. Ini butuh strategi, organisasi, dan waktu yang tepat,” ujar Lapid.

Sebelumnya, proposal Lapid agar Mesir mengelola Gaza selama 15 tahun ditolak oleh Kairo pada Februari lalu. Namun, tekanan terhadap Netanyahu kembali mencuat seiring meningkatnya jumlah korban jiwa dari pihak militer dan stagnasi dalam negosiasi pembebasan sandera.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Militer Israel Selidiki Kematian Bocah Gaza Hind Rajab, Ditembak Mati Bersama Keluarganya

3 hari lalu

AS Jatuhkan Sanksi kepada Presiden Pengadilan Kriminal Internasional Tomoko Akane

4 hari lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Usir Warga Gaza, Diisi Pemukim Yahudi

4 hari lalu

Netanyahu Bilang ke Menantu Trump, Israel Akan Terus Bunuh Warga Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal