Mengakhiri serangan Israel ke Gaza akan menjadi alat tawar kepada negara-negara Arab untuk menyepakati Perjanjian Abraham.
Namun kantor perdana menteri Israel menolak mengomentari laporan Hayom tersebut.
Tampaknya asumsi Netanyahu dan Trump itu salah besar karena negara-negara Arab dan Muslim menegaskan, normalisasi hubungan dengan Israel baru bisa dilakukan setelah Palestina merdeka. Tuntutan yang tampaknya sangat sulit terwujud selama kelompok sayap kanan berkuasa di Israel.
Pada Minggu, Netanyahu juga mengatakan bahwa dengan melemahnya Iran, dia berharap lebih banyak negara Arab bergabung dengan Perjanjian Abraham.
"Kami telah memutus poros. Ini adalah perubahan besar dan status Israel terangkat, tidak hanya di Timur Tengah tapi juga di dunia. Kita akan melihat masa depan baru yang cerah, penuh keamanan, kesejahteraan, harapan, dan kedamaian," begitu klaim Netanyahu.