Netanyahu Klaim Banyak Negara Arab Akan Berdamai dengan Israel, Benarkah?

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu menyebut berakhirnya perang dengan Iran membuka kesempatan untuk memulihkan hubungan dengan negara-negara Arab (Foto: AP)

Mengakhiri serangan Israel ke Gaza akan menjadi alat tawar kepada negara-negara Arab untuk menyepakati Perjanjian Abraham.

Namun kantor perdana menteri Israel menolak mengomentari laporan Hayom tersebut.

Tampaknya asumsi Netanyahu dan Trump itu salah besar karena negara-negara Arab dan Muslim menegaskan, normalisasi hubungan dengan Israel baru bisa dilakukan setelah Palestina merdeka. Tuntutan yang tampaknya sangat sulit terwujud selama kelompok sayap kanan berkuasa di Israel.

Pada Minggu, Netanyahu juga mengatakan bahwa dengan melemahnya Iran, dia berharap lebih banyak negara Arab bergabung dengan Perjanjian Abraham.

"Kami telah memutus poros. Ini adalah perubahan besar dan status Israel terangkat, tidak hanya di Timur Tengah tapi juga di dunia. Kita akan melihat masa depan baru yang cerah, penuh keamanan, kesejahteraan, harapan, dan kedamaian," begitu klaim Netanyahu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Perang AS-Israel vs Iran Picu Derita Baru di Gaza: Harga Pangan Melonjak, Makanan Kian Sulit Didapat

Buletin
2 hari lalu

Setelah Hujan Rudal, Presiden Iran Minta Maaf dan Peringatkan Musuh

Internasional
2 hari lalu

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: Kita Lihat Saja Apa yang Terjadi!

Nasional
3 hari lalu

KSP Beberkan 20 Poin Board of Peace: Gaza Tak Dikuasai Israel, Palestina Jadi Negara Sendiri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal