Secara total, sejak gencatan senjata berlaku, 97 warga Palestina tewas akibat berbagai serangan Israel. Banyak di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
“Israel menjadikan gencatan senjata hanya sebagai alat politik, bukan komitmen kemanusiaan,” kata juru bicara Hamas, menanggapi pernyataan Netanyahu.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) beralasan serangan ke Gaza dilakukan sebagai balasan atas dugaan serangan roket anti-tank dari Hamas di Rafah yang menewaskan dua tentara. Namun Hamas membantah keras tudingan itu.
Pidato Netanyahu yang terkesan membanggakan aksi militer justru menuai kritik tajam, bahkan dari anggota parlemen oposisi di Knesset.
Beberapa kali pidatonya diinterupsi oleh anggota parlemen yang menuding pemerintah “tidak memiliki arah selain memperpanjang perang dan penderitaan warga Gaza.”