Serangan itu memanfaatkan celah keamanan di perangkat lunak Exchange Microsoft Corp.
"Hari ini, bersama NATO, Uni Eropa, dan beberapa sekutu secara individu, Norwegia telah mengirim pesan yang jelas ke China. Kami menilai serangan dunia maya terhadap Storting (parlemen Norwegia) datang dari China. Kami mengharapkan otoritas China untuk berbuat lebih banyak untuk mencegah aktivitas siber jahat yang berasal dari wilayah mereka," kata Soereide.
Kedutaan Besar China di Norwegia mengatakan, mereka telah meminta bukti atas klaim tersebut dari pemerintah Norwegia.
"Kami bersedia bekerja sama dengan semua pihak terkait, berdasarkan fakta dan bukti, untuk bersama-sama memerangi kegiatan ilegal di ruang siber. Pada saat yang sama, kami sangat menentang tuduhan dan fitnah yang tidak berdasar terhadap China dan mempolitisasi masalah yang relevan," katanya dalam sebuah pernyataan.
Kedutaan China juga mempertanyakan tindakan terkoordinasi dengan negara-negara Barat lainnya merupakan 'manipulasi politik' atau bukan.