Nyanyikan Lagu Kritik Polisi dan Diunggah di Medsos, 2 Pemuda Ditangkap

umaya
Dua mahasiswa di Tunisia dibebaskan setelah sebelumnya ditangkap karena lagu satir yang mengkritik polisi. (Foto: Ist)

Kebebasan berbicara dan media merupakan keuntungan utama bagi warga Tunisia setelah revolusi 2011 yang menggulingkan Presiden otokratis Zine El Abidine Ben Ali dan memicu protes Musim Semi Arab.

Saied sendiri telah menarik tuduhan penindasan sejak dia menutup parlemen pada 2021 dan merebut semua kekuasaan dalam gerakan yang oleh lawan-lawannya disebut sebagai kudeta. Dia berjanji untuk melindungi hak dan kebebasan dan bersumpah untuk tidak menjadi diktator.

Tapi sebaliknya, para aktivis dan jurnalis mengatakan kebebasan berbicara menghadapi ancaman serius di bawah pemerintahan Saied.

"Ini adalah masa-masa kelam..Kebebasan berbicara semakin terpukul. Sekitar 20 jurnalis dan blogger dikejar karena postingan atau melawan otoritas," kata ketua serikat jurnalis, Mahdi Jlassi.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
14 jam lalu

MNC University dan MNC Sekuritas Gelar Kuliah Umum Having Fund 2026: Tingkatkan Inklusi Keuangan Mahasiswa

1 hari lalu

Hyundai Jump School 2026 Digelar di Indonesia Diikuti Mahasiswa UI, ITB dan ITS

2 hari lalu

Prabowo Pastikan Uang Negara Tersedia untuk Naikkan Gaji Guru hingga Hakim

2 hari lalu

Polisi Ungkap Peran 2 Pegawai Rutan Depok yang Diduga Terlibat Pesta Narkoba

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal