Ketika Oyo masih berusia tiga tahun dan baru naik takhta, dibentuk dewan perwalian yang salah satunya beranggotakan ibu suri. Dewan tersebut menjalankan pemerintahan kerajaan hingga Oyo berusia 18 tahun dan menjalani penobatan secara resmi.
Kabar wafatnya Raja Oyo juga mendapat perhatian dari Kerajaan Buganda, lembaga adat terbesar dan paling berpengaruh di Uganda. Kerajaan Buganda menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kerajaan dan rakyat Tooro atas meninggalnya Oyo.
Mereka mengenang Raja Oyo sebagai sosok berharga bagi Uganda dan masyarakat Tooro.