Presiden Recep Tayyip Erdogan mempercepat kunjungannya ke Kaza, Rusia, untuk mengikuti KTT BRICS. Dia mengatakan serangan teror itu menewaskan empat orang yang kemudian direvisi oleh Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya menjadi lima orang. Selain itu 22 orang lainnya menderita luka, 19 di antaranya dirawat di rumah sakit. Dua dari korban luka dalam kondisi kritis.
Sementara itu dua pelaku juga tewas dalam baku tembak dengan pasukan khusus. Mereka meledakkan bom di fasilitas produksi TUSAS kemudian melepaskan tembakan membabi-buta.
Konflik bersenjata antara PKK dan pemerintah Turki bermula pada 1984, kemudian kembali berkobar pada 2015. Organisasi yang memperjuangkan berdirinya negara Kurdi merdeka, termasuk di wilayah Turki, mendirikan pangkalan di Suriah Utara dan Irak.