Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

Anton Suhartono
Shehbaz Sharif mengungkap ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran (Foto: AI)

Pakistan merupakan mediator utama dalam perundingan damai AS-Iran yang menghasilkan MoU Islamabad. Kesepakatan tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni, dua hari lebih cepat dari jadwal semula.

MoU Islamabad mengamanatkan penghentian perang antara AS, Israel, dan Iran, termasuk penghentian serangan Israel terhadap Lebanon. Kesepakatan itu dipandang sebagai langkah penting untuk mengakhiri konflik yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar di kawasan.

Sharif menegaskan tidak boleh ada standar ganda terkait hak suatu negara untuk memiliki persenjataan guna menjaga keamanan nasionalnya.

“Tidak boleh ada standar ganda, dua standar, bahwa beberapa negara boleh memiliki rudal balistik dan Iran tidak boleh memilikinya. Anda tidak bisa menerima kemunafikan semacam ini,” ujarnya.

Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Trump yang sebelumnya menegaskan Iran memiliki hak untuk mempertahankan program rudal balistiknya sebagai bagian dari kebutuhan pertahanan nasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 106 Poin ke Rp17.861 per dolar AS

8 jam lalu

Begini Drama Evakuasi Trump dari Pesawat Air Force One di Turki, Dibawa Pakai Truk Logistik

9 jam lalu

Trump Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz 100%

10 jam lalu

AS Tarik Pesawat Tanker Militer dari Bandara Israel, Sinyal Berdamai dengan Iran?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal