ISLAMABAD, iNews.id - Perdana Menteri PakistanShehbaz Sharif mengungkap adanya pihak-pihak yang berupaya menggagalkan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurut Sharif, pihak tersebut tidak menginginkan Iran bangkit dan pulih setelah perang yang berkepanjangan.
“Mereka tidak ingin bangsa Iran, sebuah bangsa besar, bangkit dari puing-puing perang dan mencapai puncak kejayaan,” kata Sharif usai bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Islamabad pada Selasa lalu, seperti dikutip dari Anadolu.
Sharif juga memperingatkan adanya potensi sabotase dari pihak-pihak yang tidak senang dengan tercapainya perdamaian antara AS dan Iran. Karena itu, dia menegaskan Pakistan akan terus berperan sebagai mediator guna memastikan kesepakatan yang telah dicapai dapat berjalan dan menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sharif saat menegaskan bahwa program rudal balistik Iran tidak menjadi bagian dari nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani AS dan Iran di Islamabad pada 17 Juni lalu.
“Saya bisa menyampaikan, dengan wewenang penuh, MoU ini tidak menyebutkan tentang rudal balistik. Itu tidak pernah dibahas, tidak pernah ada dalam agenda, dan pihak Iran bahkan tidak pernah ingin membahasnya,” ujar Sharif.