Palau Desak AS Bangun Pangkalan Militer di Wilayahnya, Antisipasi Pengaruh China

Arif Budiwinarto
Pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa, Jepang. Ini merupakan salah satu pangkalan militer AS di kawasan Asia. (foto: Euronews)

"Kita harus menggunakan mekanisme perjanjian untuk menetapkan kehadiran militer AS secara reguler di Palau."

"Hak militer AS untuk membangin fasilitas pertahanan di Republik Palau kurang dimanfaatkan selama perjanjian berlangsung," lanjutnya.

Palau merupakan negara pulau di Samudera Pasifik berjarak 1.500 km timur Filipina. Karakteristik Palau didominasi lautan serta pulau-pulau kecil yang tersebar. Populasi negara tersebut diperkirakan mencapai 22.000 jiwa.

Permintaan Palau menjadi angin segar bagi rencana AS meredam hegemoni China di kawasan Asia-Pasifik. Sejak Juni lalu, AS mengerahkan kekuatan militernya di kawasan Laut China Selatan (LCS) dengan dalih menjaga stabilitas jalur laut internasional yang menjadi rebutan China serta beberapa negara Asia Tenggara.

AS menuding China berusaha mengusai Laut China Selatan sebagai langkah awal menempatkan pangkalan militernya di Asia sekaligus memantau kawasan Pasifik.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
1 hari lalu

Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak

1 hari lalu

AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone

2 hari lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

2 hari lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal