WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait masa depan politik Presiden Prancis Emmanuel Macron. Trump menyebut Macron tak akan bertahan lama memimpin Prancis, yang menjadi alasan utama dirinya menolak menghadiri pertemuan darurat G7 di Paris pekan ini.
Trump secara tegas menyatakan penolakannya saat hendak bertolak ke Davos, Swiss, untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF). Menurut dia, tidak ada urgensi menghadiri pertemuan di Paris karena masa kepemimpinan Macron dinilainya segera berakhir.
“Tidak, saya tidak akan melakukan itu (ke Paris). Karena, Anda tahu, Emmanuel tidak akan memimpin lama. Tidak ada masa jabatan yang panjang di sana,” kata Trump, dikutip dari Anadolu, Rabu (21/1/2026).
Meski meragukan kelanjutan karier politik Macron, Trump mengklaim hubungan personal mereka tetap baik.
“Dia teman saya. Dia orang yang baik. Saya suka Macron, tapi dia tidak akan memimpin lebih lama lagi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah memanasnya hubungan Trump dan Macron. Sebelumnya, Trump mengunggah surat pribadi dari Macron di akun media sosial Truth Social. Dalam surat itu, Macron mengundang Trump untuk menghadiri pertemuan informal dengan sejumlah pemimpin dunia di Paris, usai agenda WEF di Davos.
Macron menyebut pertemuan tersebut bisa melibatkan Ukraina, Denmark, Suriah, hingga Rusia, serta mengusulkan jamuan makan malam bersama di Paris sebelum Trump kembali ke AS. Namun, undangan itu justru direspons dingin oleh Trump.