Para pejabat dan ahli dari pemerintah setempat mengatakan, peningkatan kasus yang tak henti-hentinya di Maharashtra dan bagian lain di India kemungkinan besar terjadi oleh berbagai sebab. Di antaranya adalah kegiatan ekonomi yang mulai kembali; kerumunan yang terbentuk akibat berbagai festival lokal, dan; kelelahan yang timbul akibat lockdown atau karantina wilayah.
“Saya sangat kecewa dengan situasi pandemi di India. Ini semakin memburuk setiap minggu. Tetapi sebagian besar dari bangsa (India) tampaknya telah membuat pilihan untuk mengabaikan krisis ini,” ungkap profesor biostatistik dan epidemiologi di Universitas Michigan, Bhramar Mukherjee, lewat akun Twitter-nya, seperti dikutip Reuters, Minggu (13/9/2020).
Di beberapa bagian negara bagian, oksigen untuk keperluan medis menjadi sulit ditemukan. Direktur Medis Rumah Sakit Niramaya di Panvel, Dr Amit Thadhani mengatakan, daerahnya mengalami kekurangan oksigen yang akut. Padahal, Panvel berada tak jauh dari Mumbai, pusat keuangan India.
“Yang jadi persoalan, stasiun-stasiun pengisian oksigen itu tidak mendapatkan pasokan dari produsen. Jika sekarang kami meminta 50 tabung (oksigen), yang bisa kami dapatkan mungkin sekitar 5 hingga 7 tabung saja,” tuturnya.
Seorang pejabat Kota Navi Mumbai mengaku telah menerima laporan dari beberapa rumah sakit tentang berkurangnya pasokan oksigen. Pemerintah kota setempat telah mengajukan permintaan kepada otoritas terkait di negara bagian itu. “Permintaan meningkat dalam beberapa hari terakhir karena meningkatnya kasus (Covid-19),” ucap pejabat itu secara anonim.
Sementara, Komisaris Navi Mumbai, Abhijit Bangar, tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar oleh Reuters.