Pangkalan Militer Angkatan Udara Ukraina Lumpuh Diserang Pasukan Rusia

Umaya Khusniah
Juru bicara kementerian pertahanan Rusia, Igor Konashenkov. (Foto: tangkapan layar Reuters)

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan tentaranya untuk menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu. Tujuan operasi tersebut untuk “demiliterisasi” dan “denazifikasi” negara tetangganya yang pro-Barat itu, di samping mencegah Kiev bergabung dengan NATO.

Negara-negara Barat, yang menolak dalih Rusia itu, menanggapinya dengan menjatuhkan sanksi keras terhadap Moskow. Mereka juga mengerahkan militer berat dan bantuan lainnya ke Kiev.

Sesaat sebelum invasi, Putin mengatakan dalam pidatonya bahwa Ukraina menggunakan ilmu pengetahuan yang didapat semasa Uni Soviet berkuasa untuk membuat senjata nuklir sendiri. Menurut Putin, ini sama saja dengan persiapan Kiev untuk melakukanserangan ke Rusia.

Namun, dia tidak mengutip bukti apa pun untuk klaimnya tersebut.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
3 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

10 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

10 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

11 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal