Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian permanen, sehingga secara teknis Korut dan Korea Selatan masih berstatus perang.
Ju Ae turut mendamping Kim, berjalan di sampingnya selama kunjungan, menyapa para veteran. Peran Ju Ae menunjukkan profil publiknya yang semakin menonjol.
Kementerian Unifikasi Korsel menyatakan ini merupakan pertama kali Ju Ju Ae menghadiri peringatan gencatan senjata serta kunjungan pertamanya ke Pemakaman Perang Pembebasan Tanah Air atau Pemakaman Martir Revolusi.
Dinas Intelijen Nasional Korsel (NIS) meyakini Ju Ae diposisikan sebagai penerus Kim.