Proposal tersebut disetujui dalam pemungutan suara sebagai bagian dari sidang pleno. Sebanyak 71 anggota mendukung pencaplokan, melawan 13 yang menolak. Namun dokumen tersebut bersifat deklaratif, tidak memiliki konsekuensi hukum atau perubahan legislatif.
Anggota partai sayap kanan yang memprakarsai pemungutan suara ini sebelumnya menyebut perluasan kedaulatan Israel ke wilayah Palestina sebagai langkah penting untuk menjamin keamanan Israel.
Pemerintah Otoritas Palestina sebelumnya telah mengutuk hasil sidang parlemen Israel yang mengesahkan mosi untuk merebut wilayah Tepi Barat. Palestina memperingatkan, pencapolokan wilayah Tepi Barat hanya akan merusak prospek perdamaian di kawasan.