Pasokan Minyak Terganggu usai Boikot Rusia, Inggris Kini Coba Rayu Arab Saudi dan UEA

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. (Foto: Reuters)

Saudi dan UEA sejauh ini menolak seruan dari AS, Jepang, dan negara-negara Eropa untuk mempercepat peningkatan produksi minyak, menyusul langkah Barat menjatuhkan sanksi boikot terhadap Rusia.

Pekan lalu, duta besar UEA untuk Washington DC sempat mengatakan bahwa Abu Dhabi akan meminta anggota OPEC+ lainnya untuk meningkatkan produksi lebih cepat. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken lantas menyambut baik tawaran tersebut. Namun, menteri perminyakan UEA kemudian menampik pernyataan dubes tersebut dan menegaskan kembali bahwa negaranya berkomitmen pada OPEC+.

OPEC+ yang dijadwalkan menggelar pertemuan berikutnya pada 31 Maret, telah berjanji untuk menambah pasokan minyak tambahan sebanyak 400.000 barel per hari ke pasar global setiap bulan. Namun, para pedagang mengatakan, jumlah itu masih tidak cukup untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan dunia.

AS dan negara-negara Barat beserta sekutu lainnya menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia sejak Moskow melakukan serangan ke Ukraina Februari lalu. Salah satu bentuk sanksi itu adalah boikot terhadap produk minyak Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
8 jam lalu

MA Ubah Besaran Uang Pengganti Kerry Anak Riza Chalid di Kasus Minyak Mentah, Jadi Berapa?

1 hari lalu

Drone Rusia Hantam Peron Stasiun Kereta Ukraina, 13 Orang Tewas

2 hari lalu

Hari Pertama Bertempur, WNI Tentara Bayaran Rusia Tewas di Ukraina

2 hari lalu

Iran dan Pakta Pertahanan Makkah Sepakat Lanjutkan Dialog, Ada Harapan Baru di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal