Penilaian terhadap nodul paru-paru umumnya mempertimbangkan ukuran, bentuk, lokasi, perubahan dari waktu ke waktu, serta riwayat kesehatan pasien. Berdasarkan temuan tersebut, dokter dapat merekomendasikan pemantauan berkala, pemeriksaan tambahan, atau tindakan pengangkatan jaringan untuk memastikan diagnosis.
Dalam kasus Paus Leo XIV, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai ukuran nodul, penyebab kemunculannya, maupun hasil pemeriksaan yang memastikan apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau ganas. Karena itu, temuan nodul pada paru-parunya tidak dapat langsung diartikan sebagai kanker.
Juru Bicara Kantor Pers Takhta Suci Vatikan, Matteo Bruni, mengatakan operasi Paus Leo XIV dijadwalkan berlangsung pada awal pekan depan. Paus diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menjalani pemulihan.
Vatican News melaporkan operasi tersebut akan dilakukan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia. Rumah sakit itu memiliki kamar khusus untuk paus sejak percobaan pembunuhan terhadap Paus Yohanes Paulus II pada Mei 1981. Fasilitas tersebut masih digunakan hingga saat ini.
Paus Leo XIV, yang terlahir dengan nama Robert Francis Prevost, menggantikan Paus Fransiskus pada 2025. Dia merupakan pemegang takhta Santo Petrus ke-267 sekaligus paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat.