NEW YORK, iNews.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis data terbaru mengenai jumlah imigran di seluruh dunia. Saat ini sekitar 258 juta orang terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka untuk tinggal di negara lain karena berbagai alasan dan permasalahan. Umumnya mereka berasal dari negara konflik.
Angka tersebut naik 49 persen jika dibandingkan dengan data tahun 2000. Laporan dua tahunan itu dirilis oleh Departemen Urusan Sosial dan Ekonomi PBB pada Senin 18 Desember 2017 bersamaan dengan Hari Migran Internasional.
Secara global, 3,4 persen dari total penduduk dunia merupakan imigran. Jumlah ini meningkat dari 2,8 persen pada 2000. Sebagian dari imigran itu masuk ke negara-negara berpendapatan tinggi, yakni 9,6 persen pada 2000 menjadi 14 persen pada 2017. Disebutkan, satu dari total 10 imigran merupakan pengungsi atau pencari suaka.
"Data dan bukti yang dapat dipercaya sangat penting untuk memerangi kesalahan persepsi tentang migrasi dan untuk menginformasikan kebijakan migran,” kata Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, Liu Zhenim, dikutip dari Reuters.
Data juga mengungkap bahwa imigran berkontribusi atas 42 persen peningkatan populasi penduduk di Amerika Utara pada tahun 2000 dan 2015. Sementara jumlah penduduk di Eropa justru turun di periode yang sama, karena tidak ada imigran yang masuk.
Amerika merupakan negara yang paling banyak menampung imigran, yakni hampir 50 juta. Disusul Arab Saudi, Jerman, dan Rusia, yang masing-masing menerima 12 juta imigran. Tempat berikutnya diisi oleh Inggris dengan jumlah hampir 9 juta.
Sementara itu jumlah imigran terbanyak berasal dari Asia yakni 106 juta jiwa. India merupakan negara yang jumlah warganya paling banyak berada di luar negeri yakni 17 juta jiwa, disusul dengan Meksiko 13 juta.