JENEWA, iNews.id - Iran telah mengeksekusi mati setidaknya 21 orang serta menangkap lebih dari 4.000 lainnya, demikian data badan PBB kantor hak asasi manusia (HAM) PBB, OHCHR. Dari jumlah itu, sebagian dieksekusi mati sejak perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari.
Setidaknya sembilan orang dieksekusi terkait demonstrasi besar-besaran yang mengguncang Iran pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Selain itu, 10 orang lainnya diduga anggota kelompok oposisi pemerintah, serta dua orang atas tuduhan mata-mata.
Sementara itu, diperkirakan lebih dari 4.000 orang ditangkap atas tuduhan mengganggu keamanan nasional.
OHCHR mengungkap, banyak orang yang menjadi korban penghilangan paksa, penyiksaan, atau perlakuan kejam tidak manusiawi, serta merendahkan martabat termasuk pengakuan paksa.
"Saya sangat prihatin bahwa, di samping dampak konflik yang sudah parah, hak-hak rakyat Iran terus dirampas oleh pihak berwenang, dengan cara yang kejam dan brutal," kata Komisaris HAM PBB, Volker Turk, seperti dikutip dari AFP, Kamis (30/4/2026).