PBB Sebut Tak Ada Perang Paling Mematikan bagi Jurnalis kecuali di Gaza

Anton Suhartono
Perang di Jalur Gaza yang pecah sejak 7 Oktober 2023 menjadi konflik paling mematikan bagi jurnalis (Foto: Reuters)

Situasi Gaza

Dujarric melanjutkan, operasi kemanusiaan terus berlanjut meski Israel masih melancarkan serangan udara ke wilayah kantong yang terkepung tersebut di masa gencatan senjata.

"Menurut sumber-sumber lokal, serangan-serangan ini mengakibatkan korban jiwa. Kami tegaskan kembali bahwa semua pihak harus menahan diri dari segala aktivitas yang membahayakan warga sipil, termasuk petugas bantuan," katanya.

Dia juga mengingatkan militer Israel akan kewajibannya untuk menjaga keselamatan warga sipil dan petugas bantuan. 

Dujarric menggambarkan semakin memburuknya keruntuhan sistem layanan kesehatan Gaza yang terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang sangat besar.

"Sistem kesehatan Gaza terus menghadapi tantangan yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan yang dihadapi oleh warganya," ujarnya.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengungkap, lebih dari 1.700 tenaga kesehatan tewas sejak dimulainya perang pada 2023.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Drama Pembajakan Pesawat Tujuan Israel, Saudi Larang Pesawat Militer Zionis Masuki Wilayahnya

3 hari lalu

Netanyahu Sebut Musuh-Musuh Akan Serang Israel Jelang Pemilu Oktober

3 hari lalu

Uni Emirat Akhirnya Akui Netanyahu Temui Presiden Sheikh MBZ di Abu Dhabi, Ini yang Dibahas

3 hari lalu

Netanyahu Diam-Diam Berkunjung ke Uni Emirat Arab Bertemu MBZ, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal