Pejabat AS Jadi Target Penculikan, Pelaku Siapkan Bahan Peledak

Arif Budiwinarto
Ilustrasi tindak pidana penculikan. (foto: ist)

Sebaliknya, langkah tersebut diambil sebagai upaya membantu pemerintah pusat mengurangi penularan Covid-19.

"Jujur saja, saya tidak pernah membayangkan hal seperti ini."

"Tak satupun dari kami menghadapi tantangan seperti Covid-19. Kami bukan musuh satu sama lain. Virus ini adalah musuh kami," lanjutnya.

Mengenai Trump, Whitmer menyayangkan sikap presiden yang menolak mengutuk supremasi kulit putih dan kelompok-kelompok sayap kanan yang diduga menargetkan dirinya,

"Kelompok-kelompok pembenci mendengar kata-kata presiden bukan sebagai teguran, tetapi sebagai sebuah seruan untuk bertindak."

"Ketika pemimpin mendorong atau bersahabat dengan teroris domestik, mereka melegitimasi tindakan, mereka terlibat," pungkasnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
6 jam lalu

Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS

7 jam lalu

Trump Berlakukan Tarif Baru 10-12,5% untuk 89 Negara, Ini Daftarnya

8 jam lalu

AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium

9 jam lalu

AS Berlakukan Tarif Baru 10-12,5% untuk 60 Negara, termasuk Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal