Rahmanullah Lakanwal menyerang para korban dengan senjata revolver Smith & Wesson. Dia akan didakwa dengan tiga tuduhan penyerangan.
Dua korban dalam kondisi kritis setelah diberondong tembakan pada Rabu sore waktu setempat. Lokasi kejadian tak jauh dari Gedung Putih, memicu peningkatan keamanan terhadap kantor kepresidenan AS tersebut.
Salah satu korban, seorang perempuan, meniggal sehari kemudian.
Rahmanullah diketahui pindah ke AS pada September 2021, tahun yang sama dengan penarikan seluruh pasukan AS dari Afghanistan di masa pemerintahan Presiden Joe Biden.
Laporan NBC melaporkan, pria itu mendapat suaka di AS awal tahun ini.