Pemerintah China Tutup Sekolah-Sekolah Islam, Ini Alasannya

Anton Suhartono
Sekolah Bahasa Arab Pingliang di Gansu akan ditutup pada 17 Desember 2018 (Foto: SCMP)

"Tampaknya para pejabat tidak tertarik untuk berbicara kepada kami sama sekali," kata seorang guru yang meminta namanya dirahasiakan, dikutip dari South China Morning Post, Minggu (9/12/2018).

Dalam upaya menyelamatkan sekolah agar tak jadi ditutup, pekan lalu para guru menbuat petisi berisi lebih dari 1.000 tanda tangan yang kemudian dikirim dinas pendidikan kota.

“Siswa kami semuanya berasal dari keluarga sangat miskin. Dengan sekolah bahasa, banyak lulusan kami mendapat pekerjaan seperti menjadi penerjemah untuk para pedagang Timur Tengah yang berbisnis di provinsi-provinsi seperti Guangdong. Jika sekolah ditutup, mereka pasti putus sekolah," kata guru itu.

Kebijakan menutup sekolah-sekolah bahasa Arab merupakan dampak dari ditingkatkannya kontrol atas wilayah-wilayah berpenduduk muslim terbesar oleh pemerintahan China.

Presiden Xi Jinping ingin kalangan keagamaan, termasuk Budha dan Kristen, membaur dengan nilai-nilai budaya sosialis. Dorongan ini merupakan dampak dari kekhawatiran pemerintah atas perkembangan agama Islam dan Kristen.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
24 jam lalu

Gibran Cek Gedung Sekolah di IKN, Pastikan Dirancang Modern untuk Belajar Mengajar

Nasional
24 jam lalu

Kapolri Tinjau Sekolah di Aceh Tamiang, Targetkan Kembali Beroperasi 5 Januari 2026

Internasional
1 hari lalu

Trump Yakin Xi Jinping Tak Akan Serang Taiwan di Tengah Latihan Perang China

Mobil
1 hari lalu

Skema Subsidi Mobil di China 2026 Berubah, Mobil Murah Dapat Insentif Lebih Kecil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal