Pemilu Israel, Peneliti: Netanyahu Kalah Belum Tentu Hadirkan Perdamaian di Palestina

Anton Suhartono
Pergantian pemerintahan di Israel berpotensi memengaruhi kebijakan terhadap Palestina, namun belum tentu menghadirkan perdamaian (Foto: AP)

KHAN YOUNIS, iNews.id - Pergantian pemerintahan di Israel berpotensi memengaruhi kebijakan terhadap Palestina, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan dan gencatan senjata di Jalur Gaza hingga tekanan terhadap Otoritas Palestina di Tepi Barat. Namun, peneliti memperingatkan kemenangan oposisi tidak serta-merta membawa perubahan besar menuju perdamaian.

Peneliti Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR), Beth Oppenheim, menilai pemerintahan Israel yang dipimpin tokoh oposisi Gadi Eisenkot berpotensi membatasi pengaruh kelompok sayap kanan yang mendukung perluasan permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Pemerintahan baru juga berpeluang mengurangi tekanan terhadap Otoritas Palestina serta mengambil pendekatan yang lebih fleksibel dalam persoalan bantuan kemanusiaan dan gencatan senjata di Gaza.

Meski demikian, Oppenheim mengingatkan agar warga Palestina tidak menaruh harapan terlalu tinggi terhadap pergantian kepemimpinan di Israel.

"Tidak akan ada perubahan besar," katanya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (30/10/2026).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
23 jam lalu

Komentari Pemilu Israel, Warga Gaza: Siapa pun yang Menang Tak Pengaruh

1 hari lalu

Diproyeksikan Raih 19 Kursi Parlemen Israel, Partai Arab Ingin Gulingkan Netanyahu

2 hari lalu

Update Pemilu Israel: Kubu Netanyahu Raih 53 Kursi, Eisenkot 48, Partai Arab 19 Kursi

2 hari lalu

Netanyahu Dibayangi Kekalahan, Oposisi Israel Unggul dalam Exit Poll Pemilu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal