Pemilu Israel, Peneliti: Netanyahu Kalah Belum Tentu Hadirkan Perdamaian di Palestina

Anton Suhartono
Pergantian pemerintahan di Israel berpotensi memengaruhi kebijakan terhadap Palestina, namun belum tentu menghadirkan perdamaian (Foto: AP)

Pandangan serupa disampaikan Ahmed Awad, warga Ramallah berusia 67 tahun. Dia meragukan pergantian politisi akan menghasilkan perubahan mendasar dalam konflik Palestina-Israel.

"Apa pun hasilnya, bahkan jika politisi berubah, saya rasa tidak akan ada perubahan radikal atau dramatis dalam kebijakan terhadap konflik Palestina-Israel," ujarnya.

Sementara itu, Abdallah Abu Rahma, warga Tepi Barat berusia 54 tahun, berharap oposisi Israel memenangkan pemilu dan mengubah kebijakan, terutama terkait operasi militer di wilayah Palestina.

Dia menilai pemerintahan baru berpeluang membawa situasi yang lebih baik dibandingkan pengalaman warga Palestina dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, jika Netanyahu tetap berkuasa, Abdallah memperkirakan koalisi yang dibentuknya akan melanjutkan pendekatan kebijakan yang sama.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
20 jam lalu

Komentari Pemilu Israel, Warga Gaza: Siapa pun yang Menang Tak Pengaruh

1 hari lalu

Diproyeksikan Raih 19 Kursi Parlemen Israel, Partai Arab Ingin Gulingkan Netanyahu

2 hari lalu

Update Pemilu Israel: Kubu Netanyahu Raih 53 Kursi, Eisenkot 48, Partai Arab 19 Kursi

2 hari lalu

Netanyahu Dibayangi Kekalahan, Oposisi Israel Unggul dalam Exit Poll Pemilu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal