Pandangan serupa disampaikan Ahmed Awad, warga Ramallah berusia 67 tahun. Dia meragukan pergantian politisi akan menghasilkan perubahan mendasar dalam konflik Palestina-Israel.
"Apa pun hasilnya, bahkan jika politisi berubah, saya rasa tidak akan ada perubahan radikal atau dramatis dalam kebijakan terhadap konflik Palestina-Israel," ujarnya.
Sementara itu, Abdallah Abu Rahma, warga Tepi Barat berusia 54 tahun, berharap oposisi Israel memenangkan pemilu dan mengubah kebijakan, terutama terkait operasi militer di wilayah Palestina.
Dia menilai pemerintahan baru berpeluang membawa situasi yang lebih baik dibandingkan pengalaman warga Palestina dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, jika Netanyahu tetap berkuasa, Abdallah memperkirakan koalisi yang dibentuknya akan melanjutkan pendekatan kebijakan yang sama.