Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Mengaku Berada di Ukraina saat Pasukan Rusia Menyerang

Ahmad Islamy Jamil
Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov. (Foto: Reuters)

Kadyrov sudah berulang kali dituduh Amerika Serikat dan Uni Eropa melakukan pelanggaran HAM. Namun, tudingan itu semuanya dia bantah.

Moskow sendiri pernah berperang dua kali dengan kelompok separatis di Chechnya, sebuah wilayah berpenduduk mayoritas Muslim di Rusia Selatan, menyusul runtuhnya Uni Soviet pada 1991. Akan tetapi, Moskow sejak itu juga menggelontorkan sejumlah besar uang ke Chechnya untuk membangun wilayah itu kembali dan memberikannya otonomi yang luas.

Rusia telah berulang kali menekankan tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina. Moskow menjelaskan, tujuan dari operasi militer mereka di Ukraina adalah untuk mendemiliterisasi dan “mendenazifikasi” negara tentangganya itu, dengan hanya menargetkan infrastruktur militer.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Buletin
2 jam lalu

Trump dan Putin Sambangi China, Xi Jinping Tunjukkan Pengaruh Besarnya

Nasional
9 jam lalu

Pengacara Bantah Gandeng Influencer Bela Nadiem: Kami Hanya Paparkan Fakta ke Publik

Buletin
1 hari lalu

Saat Geopolitik Memanas! Vladimir Putin Temui Xi Jinping di Beijing, Ada Kesepakatan Strategis?

Internasional
1 hari lalu

Xi Jinping dan Putin Bertemu Hari Ini, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal