Israel, lanjut dia, harus melakukan perubahan dan hal itu tak akan terjadi selama Netanyahu masih memegang kendali pemerintahan.
“Kita perlu perubahan, Netanyahu tidak bisa terus menjadi perdana menteri. Kita tidak bisa membiarkan diri kita melakukan kampanye (perang) berkepanjangan bersama perdana menteri yang tidak dipercaya oleh rakyat,” ujarnya.
Hasil polling surat kabar Maariv bekerja sama dengan Lazar Institute yang dirilis pertengahan Desember mengungkap, popularitas Netanyahu anjlok dipicu kebijakan perang dengan Hamas.
Polling yang dirilis pada 15 Desember itu menyebutkan, lebih dari setengah warga Israel menganggap Netanyahu tak pantas lagi menduduki posisi PM. Mereka menilai mantan Menteri Pertahanan Benny Gantz lebih tepat menjadi PM.
Hanya 31 persen warga Israel yang setuju Netanyahu tetap menjabat. Sementara 51 persen warga yakin Gantz yang juga pemimpin Partai Persatuan Nasional cocok menggantikan Netanyahu. Selain itu 18 persen lainnya mengaku tak tahu.