Serangan Terjadi Seusai Upacara Resmi
Khourieh mengatakan insiden itu terjadi setelah upacara penandatanganan perjanjian kota kembar antara Taybeh dan Kota Saint-Pierre di Prancis.
Acara tersebut dihadiri Konsul Jenderal Prancis dan Belgia, seorang perwakilan Polandia yang namanya tidak diungkapkan, serta Wali Kota Saint-Pierre, Christian Ravain.
Serangan terhadap delegasi diplomatik itu menjadi sorotan karena berlangsung saat para perwakilan Eropa melakukan kunjungan resmi untuk mempererat hubungan antarkota.
Selain menyasar delegasi Eropa, para pemukim Israel juga menyerang warga Palestina yang sedang memanen buah zaitun.
Petani Palestina Ikut Jadi Sasaran
Khourieh menilai serangan tersebut merupakan bagian dari pembatasan yang terus diberlakukan terhadap petani Palestina. Kekerasan terhadap warga dan lahan pertanian dilaporkan meningkat selama musim panen zaitun yang dimulai pada awal Oktober.
Zaitun merupakan sumber pendapatan utama bagi ribuan warga Palestina. Serangan terhadap petani dan lahan mereka berpotensi mengganggu kegiatan panen sekaligus mengancam penghidupan keluarga yang bergantung pada hasil pertanian tersebut.
Dalam sejumlah insiden, pemukim ilegal Israel menyerang warga Palestina dan lahan mereka di bawah pengawalan tentara Israel. Namun, belum ada keterangan lebih terperinci mengenai tindakan aparat selama serangan terhadap delegasi Eropa di Taybeh berlangsung.