Penelitian: 3 Juta Nyawa Selamat Berkat Aturan Lockdown di Eropa

Arif Budiwinarto
Situasi lockdown di sebuah kota di Inggris (foto: AFP)

Penelitian tersebut juga menyatakan andai kebijakan lockdown tidak dilakukan di Eropa maka pandemi virus Covid-19 akan selesai dalam waktu dekat. Diperkirakan hingga 15 juta orang di seluruh Eropa akan tertular pada awal Mei yang kemudian menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

Lebih lanjut, Dr Flaxman menyatakan pencabutan lockdown di sejumlah negara Eropa berisiko memulai lagi penyebaran Covid-19.

"Klaim-klaim bahwa semua ini telah rampung dapat ditolak dengan tegas. Kita masih pada permulaan pandemi."

"Ada risiko sangat berbahata jika pergerakan kembali berlangsung, akan ada gelombang kedua yang datang dalam waktu dekat, dalam sebulan atau dua bulan ke depan," ucapnya.

Sejak akhir Mei lalu, sejumlah negara di Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia dan Inggris melonggarkan aturan lockdown. Pusat bisnis, ruang publik sampai lokasi wisata telah dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
24 jam lalu

Raja Charles Senang Inggris Punya Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa

2 hari lalu

Ketika Raja Charles Terkagum-kagum dengan Masjid Cambridge: Saya Sangat Terkesan!

3 hari lalu

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris, Janji Pulihkan Stabilitas

6 hari lalu

Usai Menang Semifinal Piala Dunia, Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Langgar Kedaulatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal