Sedangkan kematian akibat Malaria diprediksi meningkat hingga 36 persen. Ini terkait dengan penghentian kampanye penggunaan kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk yang kini terdistraksi oleh program penanganan Covid-19.
Meskipun penelitian tersebut masih proyeksi, tim peneliti menekankan sangat penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa orang yang hidup dengan tiga penyakit mematikan tersebut harus mendapatkan akses diagnosis dan perawatan di tengan pandemi Covid-19.
"Di negara-negara dengan beban malaria yang tinggi dan epidemi HIV serta Tubercolosis yang besar dan gangguan jangka pendek lainnya memiliki konsekuensi mematikan bagi jutaan orang yang bergantung pada program pengendalian dan pengobatan," kata Timothy Hallet, anggota peneliti yang dikutip dari AFP, Selasa (14/7/2020).
Anggota peneliti lainnya, Alexandra Hogan mengatakan pandemi Covid-19 berisiko merusak skenario yang dibuat dalam mengontrol malaria dalam beberapa dekade terakhir.
"Tindakan pencegahan rutin harus diprioritaskan, memastikan kampanye distribusi kelambu dan perawatan seperti distribusi obat massal dipertahankan," ujar Hogan.
HIV, TBC, dan Malaria merenggut hampir tiga juta orang setiap tahun di negara-negara miskin maupun berkembang meskipun ada pengobatan yang murah dan efektif.