Pengadilan Israel Tetap Gelar Sidang Kasus Korupsi Netanyahu meski Sedang Perang

Anton Suhartono
Sidang kasus korupsi yang menjerat PM Israel Benjamin Netanyahu tetap digelar meski negara sedang perang (Foto: Reuters)

Kasus 1000, Netanyahu dan istrinya, Sara, dituduh menerima hadiah, termasuk sampanye dan cerutu, dari perusahaan terkemuka Hollywood Arnon Milchan serta miliarder Australia James Packer. Hadiah itu diberikan sebagai imbalan atas bantuan politik.

Selanjutnya kasus 2000, dia menegosiasikan kesepakatan dengan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, untuk mendapat liputan berita yang menguntungkan. Sebagai imbalannya parlemen yang didominasi politisi pendukungnya menekan surat kabar pesaing.

Sementara dalam kasus 4000, Netanyahu dituduh kongkalingkong dengan perusahaan telekomunikasi, Bezeq Telecom Israel. Sebagai imbalannya dia mendapat liputan yang positif di portal berita milik mantan pemimpin perusahaan tersebut.

Persidangan dimulai pada Mei 2020 namun beberapa kali ditunda akibat perselisihan penuntutan serta pandemi Covid-19.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir Batal Ikuti Pertemuan di Markas PBB New York, Takut Ditangkap?

57 tahun lalu

Jadi Tersangka Suap, Harta Bupati Nonaktif Langkat Tembus Rp10,67 Miliar!

57 tahun lalu

Pengamat Soroti Kasus Korupsi Bupati Langkat, Sebut Anggaran Pendidikan Rawan Diselewengkan

57 tahun lalu

MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Menyengsarakan Rakyat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal