SEOUL, iNews.id - Pengembangan jet tempur yang dibangun atas kerja sama Korea Selatan (Korsel)-Indonesia, KF-21, resmi berakhir, Rabu (29/7/2026). KF-21 menjadi jet tempur pertama buatan dalam negeri Korsel.
Proyek senilai 8,8 triliun won atau sekitar Rp110 triliun (kurs saat ini) itu dimulai pada 2015 untuk menggantikan jet tempur F-4 dan F-5 buatan Amerika Serikat (AS) yang berusia tua.
Badan Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korsel menjelaskan, prototipe KF-21 pertama diluncurkan pada 2021 hingga lulus tinjauan akhir kesesuaian tempur pada Mei 2026. Hasilnya pesawat memenuhi semua persyaratan kinerja untuk misi
Sejak itu, pesawat menjalani lebih dari 1.600 uji terbang tanpa kecelakaan.
DAPA berencana mengirim jet tempur tersebut ke Angkatan Udara Korsel pada September mendatang. Targetnya batch pertama, sebanyak 40 jet tempur KF-21, dikirim ke angkatan udara hingga 2028.
“Keberhasilan KF-21 merupakan pencapaian luar biasa yang dimungkinkan berkat kerja keras para teknisi, serta dukungan masyarakat yang percaya pada kekuatan kemampuan teknis kita,” kata Menteri DAPA, Lee Yong Cheol, seperti dikutip dari Anadolu.
Indonesia bergabung sebagai mitra proyek pengembangan ini, setuju untuk berbagi biaya pengembangan dengan imbalan transfer teknologi, prototipe, dan persyaratan lainnya.
Badan tersebut berencana memproduksi 80 pesawat tambahan versi upgrade pada 2032, sehingga total pesawat yang akan dikerahkan ke AU Korsel mencapai 120 unit.