Penjaga Pantai Tembaki Kapal Imigran Gelap, 1 Bayi Tewas 

Umaya Khusniah
Kapal imigran. (Foto: Ist)

Krisis telah mendorong orang untuk bermigrasi. PBB memperkirakan lebih dari 6 juta orang Venezuela telah meninggalkan negara itu dalam beberapa tahun terakhir. Angka itu lebih dari 10 persen dari populasi.

Jutaan orang telah bermigrasi ke negara tetangga Kolombia, Peru dan Ekuador. Jumlah orang Venezuela yang melakukan perjalanan berbahaya lebih jauh ke utara untuk mencari perlindungan di AS meningkat. 

Pada bulan Desember, pihak berwenang AS menemui orang-orang Venezuela yang melintasi perbatasan Meksiko secara ilegal hampir 25.000 kali. Jumlahnya lebih dari dua kali lipat dari tiga bulan sebelumnya dan naik dari hanya sekitar 200 di tahun sebelumnya.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi memperkirakan sekitar 35.000 orang Venezuela telah berimigrasi ke Trinidad dan Tobago dalam beberapa tahun terakhir. Tapi organisasi kemanusiaan mengatakan angka itu telah meningkat menjadi hampir 40.000 dalam beberapa bulan terakhir.

Sekelompok badan PBB pada Senin (7/2/2022) dalam sebuah pernyataan mengatakan, mereka sangat sedih dengan peristiwa hari Sabtu itu.

“Tidak boleh ada anak migran yang meninggal, baik bepergian dengan orang tuanya atau sendirian. Tidak ada ibu yang ingin mempertaruhkan nyawa anak-anaknya di kapal kecil di laut dalam, kecuali dia tidak punya pilihan lain,” kata Jean Gough, direktur regional UNICEF di Amerika Latin dan Karibia.

Juan Guaido, pemimpin oposisi Venezuela yang didukung AS, melalui Twitter menggambarkan, penembakan itu sebagai langkah yang tidak dapat dibenarkan. 

David Smolansky, komisaris sekretaris jenderal Organisasi Negara-negara Amerika untuk krisis migran dan pengungsi Venezuela, meminta Trinidad dan Tobago untuk menyelidiki situasinya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Purbaya: Tak Ada Rencana Pungut Pajak Selat Malaka, Saya Tahu Betul Aturannya

Nasional
8 hari lalu

Kabar Baik! 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas di Selat Hormuz

Internasional
13 hari lalu

Kapal Global Sumud Flotilla Kembali Berlayar ke Gaza Tembus Blokade Israel, Bawa 1.000 Aktivis

Internasional
29 hari lalu

Trump: Setelah Iran, Kuba!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal