Penjara Rahasia Digerebek Aparat, 156 Migran Dibebaskan dari Perdagangan Manusia

Djairan
Para migran yang dibebaskan oleh aparat Libya dari perdagangan orang di Kota Kufra. (Foto: Facebook/Direktorat Keamanan Kufra)

TRIPOLI, iNews.id – Pihak berwenang Libya menggerebek sebuah penjara rahasia milik kelompok penjahat perdagangan manusia di Kota Kufra. Aparat pun membebaskan 156 migran asal Afrika di dalamnya, termasuk 15 perempuan dan 5 anak-anak.

Dalam keterangan Biro Keamanan Kufra, Senin (22/2/2021), penggerebekan dilakukan pada 16 Februari. Operasi tersebut berawal dari seorang migran yang berhasil melarikan diri minggu lalu dari rumah yang diubah menjadi penjara. Korban kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang.

Orang itu mengaku, dia dan sejumlah migran lainnya ditahan dan disiksa oleh para pelaku perdagangan orang di dalam penjara itu. Berbekal laporan itu, polisi menangkap sedikitnya enam pelaku perdagangan manusia dan meneruskan kasus itu ke jaksa penuntut untuk penyelidikan lebih lanjut, Minggu (21/2/2021).

“Para migran yang diselamatkan berasal dari Somalia, Eritrea dan Sudan, dibawa ke tempat penampungan di mana mereka diberi makanan, pakaian, dan selimut,” ungkap Biro Keamanan Kufra, dalam pernyataan yang dikutip Aljazirah, Selasa (23/2/2021)

Penggerebekan itu menunjukkan bahaya yang sedang dihadapi para pengungsi dan migran di Libya yang dilanda konflik. Negara itu memang menjadi titik transit integral bagi migran Afrika dan Arab yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di negaranya menuju Eropa.

Libya sendiri terus dilanda konflik dan terpecah belah setelah pemberontakan 2011 dalam penggulingan dan pembunuhan penguasa negeri itu, Muammar Khadafi. Para pedagang manusia memanfaatkan kekacauan tersebut untuk membawa lari keluarga-keluarga yang putus asa ke dalam perahu karet di sepanjang rute Mediterania.

Dalam pengangkutan orang-orang yang akan dijual itu, ribuan di antara mereka tenggelam di perjalanan. Sementara, yang lainnya ditahan di penjara penyelundupan rahasia yang kotor, atau; dikumpulkan di pusat penahanan yang lebih ramai.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Kaget! Kanselir Jerman Bilang Era Persahabatan Eropa-AS sejak Perang Dunia II Telah Berakhir

2 hari lalu

Duh! Pilot-Kopilot Mabuk, Pesawat Jet Pribadi Tergelincir hingga Terbakar

11 hari lalu

Islandia Panggil Dubes AS Buntut Posting-an Trump Negaranya Ditandai Bendera Amerika

16 hari lalu

Ganas! Gelombang Panas Renggut 16.300 Nyawa di Jerman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal