WASHINGTON, iNews.id - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) kembali merilis dokumen mengenai obyek terbang tak dikenal (UFO), Jumat (12/6/2026). Ini merupakan gelombang ketiga perilisan data rahasia UFO (otoritas AS menyebutnya dengan fenomena anomali tak teridentifikasi/UAP), yang dideklasifikasi berdasarkan perintah Presiden Donald Trump.
Perilisan ini menambah 72 laporan berisi keterangan saksi, foto, dan video, segala hal tentang UFO sejak Trump meneken Instruksi Presiden AS pada awal tahun ini.
Di antara materi yang baru dirilis adalah laporan yang menggambarkan obyek berbentuk kentang yang diamati oleh personel militer, penampakan berulang bola bercahaya, dan laporan badan intelijen CIA tentang obyek berputar seperti cakram yang dilaporkan terlihat di atas Bandara Internasional Harare di Zimbabwe pada 2008.
Perilisan gelombang pertama data UFO dimulai pada Mei yakni sekitar 160 dokumen, foto, dan video yang sebelumnya dirahasiakan. Dokumen itu berasal dari berbagai lembaga termasuk Pentagon, FBI, NASA, dan Departemen Luar Negeri (Deplu).
Gelombang kedua menyusul pada 22 Mei, berisi rekaman tambahan dan keterangan saksi.