Dia juga memperingatkan, penggunaan senjata nuklir tidak akan mewujudkan perdamaian. Sekali saja senjata nuklir digunakan, akan ada pembalasan setimpal bahkan lebih dahsyat. Ini akan menjadi perang yang pelik.
“Jika Rusia menggunakannya untuk melawan Ukraina, atau Israel untuk melawan Gaza, itu tidak akan berhenti di situ," ujarnya.
Mimaki masih berusia 3 tahun saat bom atom dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Serangan di Hiroshima menewaskan sekitar 140.000 orang. Tiga hari kemudian, bom atom dijatuhkan di Nagasaki, menewaskan 70.000 lainnya. Jepang kemudian menyerah kepada sekutu pada 15 Agustus 1945 yang menjadi akhir dari Perang Dunia II.
Nihon Hidankyo meraih Hadiah Nobel Perdamaian atas jasa mereka, bukan hanya membantu para korban bom atom, tapi menjadi gerakan akar rumput untuk menyuarakan dunia tanpa senjata nuklir.
Organisai yang didirikan pada 1956 itu menjadi suara bagi para penyintas bom atom, memberikan kesaksian tentang kengerian perang nuklir dan mengadvokasi penghapusan total senjata nuklir.