Perang Makin Sengit, Amerika Peringatkan Warganya Hindari Perbatasan Thailand-Kamboja

Anton Suhartono
Pemerintah AS mendesak warganya di Thailand untuk tidak mendakati perbatasan dengan Kamboja (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) desak warganya di Thailand untuk tidak mendakati perbatasan dengan Kamboja. Nasihat perjalanan terbaru ini diumumkan Kedutaan Besar AS di Bangkok, Senin (8/12/2025), menyusul konflik bersenjata kedua negara yang kembali pecah.

"Pada 8 Desember, laporan baku tembak artileri dan senjata ringan di wilayah perbatasan (Thailand-Kamboja) meningkat. Kedua pihak terus melaporkan adanya tembakan lintas batas, dan kondisi masih belum stabil," bunyi pernyataan Kedubes AS, dikutip Selasa (9/12/2025).

Warga AS harus menghindari wilayah konflik tersebut atau tidak berada dalam radius 50 km dari perbatasan dengan Kamboja.

"Permusuhan yang masih aktif dan situasi keamanan yang tidak bisa diprediksi," bunyi pernyataan Kedubes AS, menjelaskan alasan peringatan tersebut.

Disebutkan pula otoritas AS tidak memiliki jangkauan luas di provinsi-provinsi terdampak konflik sehingga tidak akan bisa menyediakan layanan darurat yang memadai bagi warga AS jika terjadi sesuatu.

Namun bagi warga AS yang sudah berada di dalam zona bahaya atau mereka yang memiliki kepentingan mendesak untuk melakukan perjalanan ke dalam radius bahaya, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Warga AS yang tinggal atau masih memilih untuk bepergian ke wilayah berisiko harus mematuhi instruksi pasukan keamanan Thailand, dan memantau informasi terbaru," kata Kedubes.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
1 jam lalu

Airlangga Ungkap Nego Tarif Dagang RI-AS Rampung, Tinggal Finalisasi Dokumen

Internasional
2 jam lalu

Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah

Internasional
18 jam lalu

Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!

Internasional
6 jam lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal