Militer Thailand yakin tenemuan ini bukti bahwa personel Kamboja sengaja menyiapkan dan menempatkan ranjau tersebut untuk menghentikan laju tentara Thailand di sepanjang perbatasan.
Tim pencari ranjau Thailand melanjutkan operasi dan pembersihan ranjau di wilayah tersebut.
Sementara itu Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan militer Thailand terus melancarkan serangan artileri terhadap permukiman di Provinsi Pursat, di dekat perbatasan kedua negara.
"Pada 9 Desember 2025, pukul 12.33 siang, pasukan militer Thailand melancarkan serangan menggunakan peluru artileri 105 dan 155 mm, tanpa pandang bulu dan brutal, menargetkan permukiman warga sipil di Komune Thmar Da, Distrik Veal Veng, Provinsi Pursat," bunyi pernyataan.