JAKARTA, iNews.id - Rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) belakangan menjadi perbincangan terkait perang Ukraina. Presiden Joe Biden pekan lalu mengumumkan paket bantuan terbaru untuk Ukraina sebesar 1,89 miliar dolar AS, termasuk rudal pertahanan Patriot. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama kunjungannya ke AS mengungkapkan rasa yakinnya, Patriot akan mempu mencegat lebih banyak serangan udara Rusia.
Setelah itu mantan penasihat keamanan Israel Jacob Nagel angkat bicara, mengapa negaranya menolak permintaan Ukraina untuk mengirim sistem pertahanan Iron Dome untuk melawan Rusia. Iron Dome menggunakan rudal bernama Tamir. Dia menjelaskan beberapa alasan, salah satunya menjaga hubungan dengan Rusia.
Iron Dome merupakan sistem pertahanan anti-rudal atau anti-artileri Israel. Sistem pertahanan tersebut bekerja untuk menangkal ancaman dari udara yang mengancam penduduk. Artinya tak semua roket, artileri, atau rudal yang ditembakkan ke wilayahnya akan dicegat oleh rudal Tamir.
Melansir Middle East Eye, cara kerja Iron Dome sebenarnya mirip sistem pertahanan Patriot. Perbedaannya hanya pada jangkauan serta jenis objek yang dapat dihancurkan.
Rudal pertahanan Israel ini mampu medeteksi objek asing yang mengancam dari jarak 4 sampai 70 kilometer. Oleh karena itu Iron Dome khusus untuk mencegat ancaman jarak dekat di darat serta laut.
Israel mengklaim Iron Dome bisa mencegat roket hingga 90 persen serangan udara ke wilayahnya. Satu uni sistem Iron Dome mampu mempertahankan area seluas hingga 150 kilometer persegi.
Oleh karena rudal Tamir sangat mahal, sistem Iron Dome didesain bisa membedakan roket yang mengancam area berpopulasi dan tidak. Roket atau rudal yang diperkirakan akan jatuh ke area kosong atau terbuka akan dibiarkan saja.
Rudal Tamir memiliki panjang 3 meter dengan diameter 0,16 meter, berat 90 kilogram, dan mempunyai jangkauan hingga 40 km.