Banyak orang penasaran, membandingkan kekuatan antara Wagner dan Akhmat, termasuk persenjataannya.
Melansir laman Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Wagner memiliki pesawat kargo Rusia IL-76, kendaraan tempur SA-22, jet tempur, rudal jarak pendek, peluru artileri, tank, dan kendaraan militer lain yang digunakan dalam pertempuran. Wagner juga menggaji tinggi tentaranya dengan bayaran 8.000 euro atau sekitar Rp130 juta untuk berperang.
Padahal, sebelum adanya invasi ke Ukraina, tentara Wagner hanya mendapat bayaran 4.400 euro atau sekitar Rp71 juta.
Sementara itu, tidak ada sumber pasti yang mengungkap apa saja senjata yang digunakan pasukan khusus Akhmat. Namun, laman The Insider menyebut pasukan itu tidak memiliki senjata berat, artileri, maupun jet tempur.
Pasukan Akhmat hanya bisa melakukan penyerbuan fisik atas wilayah yang hendak mereka rebut. Meskipun banyak pihak skeptis akan kekuatan Akhmat, pasukan elite yang dipimpin komandan unit Apti Alaudinov itu kini mendapat kepercayaan dari pemerintah Rusia di medan perang.
Secara sekilas dari foto dan video yang beredar, pasukan ini menggunakan persenjataan buatan Uni Soviet atau Rusia, termasuk senapan dari Kalashnikov.