Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

Anton Suhartono
Serangan Israel yang terus berlanjut ke Lebanon berpotensi mengganggu implementasi perjanjian damai antara AS-Iran (Foto: AP)

JENEWA, iNews.id - Serangan Israel yang terus berlanjut ke Lebanon dinilai berpotensi mengganggu implementasi perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru diteken pekan lalu. Menanggapi situasi tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan pemerintahannya tetap melihat kemajuan besar dalam upaya mempertahankan gencatan senjata di Lebanon.

Vance merespons kekhawatiran terkait pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang masih melancarkan serangan ke Lebanon. Menurut dia, meski serangan masih terjadi, kondisi saat ini tetap lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya ketika konflik berlangsung jauh lebih intens.

"Hal-hal ini sedikit rumit jika Anda kembali ke seberapa banyak yang terjadi 3 bulan lalu, dan membandingkannya dengan 3 minggu lalu," kata Vance, dikutip dari Anadolu, Senin (22/6/2026).

Dia menambahkan bahwa pemerintah AS melihat kemajuan signifikan selama beberapa hari terakhir dalam memastikan gencatan senjata tetap berlaku di Lebanon, meskipun insiden kekerasan belum sepenuhnya berhenti.

Pernyataan itu disampaikan di tengah laporan serangan Israel yang menewaskan sedikitnya 32 orang dalam sehari di Lebanon. Aksi militer tersebut memicu kekhawatiran bahwa ketegangan regional dapat menghambat implementasi nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai yang ditandatangani AS dan Iran pada 17 Juni lalu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Media Iran Rilis 13 Daftar Pemimpin dan Pejabat Negara Barat dalam Target Pembalasan

57 tahun lalu

Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak

57 tahun lalu

Iran kembali Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia bakal Meroket lagi?

57 tahun lalu

AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal