Partai lalu memutuskan uji coba senjata nuklir dan peluncuran rudal ICBM dihentikan per Sabtu pekan lalu. Sebagai bentuk konkret, fasilitas pengujian bom atom di Punggye-ri akan dibongkar.
Tak lama setelah itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, pernyataan Kim tersebut merupakan perkembangan yang sangat baik, tak hanya bagi Korut tapi juga dunia.
"Ini berita yang sangat baik bagi Korut dan dunia, perkembangan besar! Menantikan pertemuan kami ke depan," kata Trump, dalam cuitannya di Twitter, merujuk pada rencana pertemuan mereka pada Mei atau Juni mendatang.
Pemerintah Korsel pun menyambut baik komitmen tetangganya. Korsel menyebut penghentian uji coba tersebut sebagai perkembangan yang berarti menuju pelucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.
Korut terakhir menguji coba rudal ICBM pada akihr November 2017. Rudal bernama Hwasong-15 itu merupakan yang tercanggih diuji coba Korut. Dua bulan sebelumnya, Korut menguji coba senjata nuklir di perut Gunung Mantap.
Sikap Kim ini berubah 180 derajat. Padahal pada Desember 2017, dia bertekad menjadikan Korut sebagai kekuatan nuklir terbesar di dunia. Kesuksesan uji coba rudal balistik pada 29 November 2017 menjadi modal percaya diri Kim bahwa Korut berada di jalur yang tepat dalam pengembangan persenjataan nuklir. Apalagi, jangkauan roketnya mampu mencapai daratan AS.
"Negara ini akan menjadi yang terdepan serta melompat sebagai pemilik kekuatan nuklir dan militer terhebat di dunia," kata Kim, saat itu.