Pernyataan PM Inggris Soal Tingginya Angka Kematian Akibat Covid-19 Picu Kemarahan

Arif Budiwinarto
Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson (foto: AFP)

"Kami menemukan terlalu banyak rumah perawatan tidak benar-benar mengikuti prosedur dengan cara yang bisa mereka lakukan, tapi kami terus belajar," kata Boris dikutip dari AFP. 

Pernyataan Boris justru menyulut kemarahan para penyedia rumah perawatan. Mereka menganggap ucapan Boris sebagai upaya membelokkan fakta buruknya penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah Inggris.

Mark Adams, Kepala Eksekutif Integrated Care, yang menyediakan layanan bagi penyandang disabilitas dan demensia menyebut pernyataan Boris tersebut sebagai tindakan pengecut.

"Jika ini benar-benar pandangannya, maka saya pikir kami memasuki realitas dimana pemerintah menetapkan aturan, kami mengikutinya, mereka tidak menyukai hasilnya, kemudian membantah aturan tersebut lalu mulai menyalahkan orang-orang," kata Adams.

Adam menambahkan, pernyataan Boris justru semakin memperlihatkan bagaimana pemerintah Inggris berusaha menyelamatkan institusi ketimbang keselamatan warganya.

"Apa yang kita dapatkan adalah sejarah yang ditulis ulang di depan kita," lanjutnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Progres Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris

Nasional
14 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
17 hari lalu

Prabowo Gandeng Inggris Bangun 10 Kampus STEM dan Kedokteran di RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal